TARGETJURNALIS.COM – Lampung, Anak jalanan yang mengemis di jalan raya menggambarkan adanya kemiskinan di daerah itu. Kadang-kadang para orang yang mendukung tua anaknya untuk mengemis untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Bagi sebagian anak mengemis merupakan profesi yang dapat ia jalankan setiap hari. Mengemis bagi mereka merupakan cara mendapatkan uang yang mudah sebagai alternatif dari keterbatasan pekerjaan yang baik.
Setiap anak yang membawa rezeki masing-masing ‘disalahartikan oleh sejumlah masyarakat. Di kawasan Register 45 Mesuji Lampung, misalnya sampai kini masih terjadi praktik menyuruh anak untuk dijadikan mengemis. Hak anak dirampas hanya sekedar mengharap belas kasih para penderma.
Berdasarkan pantauan awak media ini, dua bocah yang jadi pengemis tersebut berkeliaran di jalan utama menuju perkantoran Bupati atau jalan tersebut kerap kali dilewati pejabat pemkab Mesuji Lampung.
Di bawah panas terik dan bermodalkan keberanian atau mental yang besar, kedua bocah pengemis tersebut duduk dijalan yang berlobak atau jalan yang rusak karena mengharapkan belas kasian dari pengemudi roda dua dan pengemudi roda 6 tepatnya mobil.
“Banyak yang kasihan liat dia jadi kadang dikasih-kasih. Pernah dikasih mainan juga,” ujar kedua pengemis.
Setiap harinya, kedua pengemis ini menghasilkan kurang lebih Rp 50 ribu.
Mereka berdua mengemis dari pagi hingga jam 3 atau jam 4 udah pulang. “ya om, kami disuruh kedua orang tua, untuk makan dan untuk jajan om, jelas kedua pengemis tersebut.
Sampai berita ini di publikasikan belum ada tanggapan resmi dari dinas terkait terkait pemkab Mesuji.
(A. Saputra)




Discussion about this post