Jabar, TARGETJURNALIS.Com – Dinamika panggung politik di Kabupaten Karawang semakin memanas, Partai penguasa, yaitu Partai Demokrat saat ini sedang berlangsung memperebutkan kursi Ketua DPC antara kubu dr.Hj.Cellica Nurrachandiana vs kubu Pendi Anwar.

Keduanya adalah merupakan pucuk pimpinan di Legislatif dan Eksekutif Kabupaten Karawang, Saat ini Cellica masih memegang kursi Ketua DPC Partai Demokrat Karawang, sedangkan Pendi Anwar sebagai Sekretarisnya.
Trending perseteruan diantara kedua kubu menghiasi pemberitaan diberbagai media massa, bahkan banyak media menghiasi halaman depan berisi kompetisi keduanya.

Masyarakat Karawang dibuat khawatir dan bertanya-tanya, menyaksikan kompetisi perebutan posisi DPC 1, Partai Demokrat Karawang akankah berdampak kepada pelayanan publik, mengingat saat ini Cellica, sebagai pucuk pimpinan Eksekutif dan Pendi merupakan pucuk pimpinan Legislatif di Karawang.
Ade Sutrisno, salah satu pemerhati politik yang juga seorang tokoh pemuda di Desa Pasir Jengkol, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang saat dimintai tanggapan terkait perseteruan Cellica dan Pendi mengatakan, “Silahkan berebut posisi, tapi jangan abaikan kami (rakyat, red).
“Silahkan saja Teh Celli dan Kang Pendi berebut posisi Ketua DPC, asal jangan lupakan kewajiban untuk melayani masyarakat”, ucapnya
Lebih lanjut pria yang akrab disapa Kang Deblo (Ade Sutrisno) tersebut menyampaikan, ini tuh seperti panggung sandiwara atau dagelan, dimana ceritanya sudah diatur oleh dalang atau sutradara.
“Entahlah tujuannya untuk mengukur elektabilitas partai ataupun perorangan yang dalam hal ini Cellica-Pendi, mengingat waktu pemilu yang sudah semakin dekat, jadi berbagai cara bisa dilakukan untuk mengukur kelayakan dan ketenaran seseorang demi untuk meraup suara pada pemilu nanti”.
“Kembali lagi, itu sah-sah saja, silahkan lakukan, akan tetapi ingat, kalian (Cellica-Pendi) masih mempunyai tanggung jawab sebagai pemimpin, jangan sampai demi hasrat politik, rakyat yang jadi korban”. tegasnya menutup pembicaraan.(Rahmat/Rohendi)




Discussion about this post