NTB, TARGETJURNALIS.Com – Menjelang Perhelatan WSBK Sesuai janji Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Zulkiflimansyah yang juga ketua dewan Pengawas KEK Mandalika masih kita tagih dan kawal
Karna Janji Gubernur pada awal maret, atau sebelum perhelatan WSBK akan Menyelesaikan soal Sengkarut lahan adalah hutang yang harus di bayarkannya.
Dan bahwa Janji hutang itu, Gubernur harus bayar hutangnya pada warga pemilik lahan. ,karena 2 hari lagi WSBK di mulai,”ungkap Samsul Qomar.
Dan jika janji tersebut tidak ada kepastian dari pak gubernur, maka pihak kami tidak bertanggungjawab jika ada aksi aksi protes atau tuntutan dari warga pemilik entah itu dari pejuang lahan atau pihak lainnya yg berjuang bersama warga.
Kami juga mendorong Pemprov mengabaikan event WSBK karena ITDC yang sempat menbohongi Gubernur saat menyerahkan data yang tidak sesuai dengan permintaan pemprov.
Mereka saja,“kadalin pak Gubernur jadi baiknya pak Gub cuekin saja WSBK ini, dan gak usah terlibat pemprov saya dengar beliau malah keluar dan tidak berada di NTB baiknya begitu karena mereka sudah bohongi Gubernur kita,”kata M.SQ.
Begitu juga halnya, untuk tim penyelesaian mediator dan juga kita tagih janjinya pada rapat terakhir minggu lalu akan menyurati ITDC sekaligus mewarning soal data yang tidak sesuai dan
Kita mendengar tim marah marah dan kecewa lalu akan bersurat kembali sebagai peringatan sekaligus itu mana progresnya jangan jangan pak asisten 3 malah yang hoax sama warga pemilik.
Kalau serius mana suratnya sampaikan ke kami biar kami yakin.
Jangan sampai isinya memohon mohon bukan ketegasa pemprov, Padahal Gubernur ini penguasa tertinggi di NTB bisa mengambl langkah taktis kok.
Sudah ada 1,8 hektare yang di selesaikan pak Gubernur di e bunut itu yurisprudensi, kan sama itu juga HPL tinggal di Cabut HPL lalu di bayar,”Jelas Qomar.
“Sambung pejuang Lahan Mandalika, Muhamad Samsul Qomar. ,bahwa pengembang ini, kita yakin tidak punya data makanya data kerohiman yang mereka kirim dan itu nggak nyambung.
Saat ini kami pantau terus, dan warga sudah bersiap siap dengan segala macam aksinya dan itu bagian dari protes.
Mereka sekarang, pihak ITDC dan keamanan menonjolkan berita-berita banyak pasang sniper dan begitu tidak amannya mandalika membuat tamu enggan datang wajar tatget penonton jauh sekali.
Kami tidak ada kompromi soal Penyelesaian harus segera di selesaikan bagaimanapun caranya atau sekali lagi kami izin ke pak Gubernur untuk kuasai sirkuit yang masih belum selesai di bayarkan,” tutur Samsul
Qomar.
JB/TJ




Discussion about this post