• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Visi Misi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Selasa, Juni 9, 2026
Target Jurnalis
  • BERANDA
  • DAERAH
    • Aceh
    • Sumatera Utara
      • slot gacor
    • Sumatera Barat
    • Riau
    • Kepulauan Riau
    • Bengkulu
    • Jambi
    • Jawa Barat
      • slot gacor
    • Lampung
    • Sumatera Selatan
      • bisawd
    • Jabodetabek
    • Sulawesi
    • Kalimantan
      • slot gacor malam ini
    • NTT
    • Papua
  • HEADLINE
  • POLITIK
  • ARTIKEL
  • HUKUM & KRIMINAL
  • INTERNASIONAL
  • INVESTIGASI
  • PERISTIWA
  • OPINI
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • DAERAH
    • Aceh
    • Sumatera Utara
      • slot gacor
    • Sumatera Barat
    • Riau
    • Kepulauan Riau
    • Bengkulu
    • Jambi
    • Jawa Barat
      • slot gacor
    • Lampung
    • Sumatera Selatan
      • bisawd
    • Jabodetabek
    • Sulawesi
    • Kalimantan
      • slot gacor malam ini
    • NTT
    • Papua
  • HEADLINE
  • POLITIK
  • ARTIKEL
  • HUKUM & KRIMINAL
  • INTERNASIONAL
  • INVESTIGASI
  • PERISTIWA
  • OPINI
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Target Jurnalis
No Result
View All Result

Ada Delapan Resiko yang Harus Ditempuh oleh Seorang Wartawan

Ada Delapan Resiko yang Harus Ditempuh oleh Seorang Wartawan
278
VIEWS
Share On WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

TARGETJURNALIS.Com –  Bekerja menjadi seorang wartawan atau pencari berita tentu tidak hanya sekedar tahu menulis dan melaporkan suatu kejadian. Lebih daripada itu, seorang wartawan haruslah paham kode etik jurnalistik tentang keakuratan berita, privasi narasumber, pengujian informasi, hak narasumber dan lain sebagainya.

Tidak ada pekerjaan yang tidak memiliki resiko, begitu juga jadi seorang wartawan. Selain dibutuhkan keberanian, jadi wartawan juga butuh komitmen dan passion untuk menyalurkan berita yang akurat dan layak dikonsumsi atau dibaca masyarakat luas. Kalau hanya sekadar melapor tanpa menguji, maka siapa saja pasti bisa jadi wartawan, seperti dilansir Forwaranews, Seni(31/5/2021).

Bila ada keinginan atau punya Cita-cita bekerja dalam bidang kejurnalisan harus tahu risiko apa saja yang akan didapatkan saat terlibat dalam wilayah pekerjaan sebagai wartawan. Ini resiko yang haris diterima:

1. Pekerjaan ini kental dengan risiko kematian.

Saat melakukan tugas liputan di tempat yang sedang terjadi kerusuhan atau bencana alam, kamu harus siap menghadapi hal-hal yang tidak terduga, termasuk kematian. Nyatanya, bukan hanya tentara yang rela mati bagi negara. Wartawan juga harus rela mati demi berita. Jadi kalau kamu tidak sungguh-sungguh ingin jadi wartawan, lebih baik jangan.

2. Bekerja dalam industri yang bersifat menuntut.

Bukan seperti di kantor dengan jam kerja yang pasti. Sebagai wartawan kamu akan dituntut selalu siap dan siaga. Kapanpun, dimanapun, apapun yang kamu lakukan, bagaimana perasaanmu, semua itu harus ditinggalkan demi mendapat berita eksklusif dari tempat kejadian langsung. Wartawan itu bekerja pada industri yang sifatnya menuntut. Menuntut waktu, kecepatan dan pastinya tenaga.

3. Jarang menemukan yang namanya akhir pekan.

Bagi seorang wartawan, akhir pekan bisa jadi bukanlah sebuah akhir pekan. Kamu harus selalu siaga dan siap meliput bahkan di akhir pekan. Walau kelihatannya hal ini melelahkan, tapi kamu yang sudah passion, pasti justru senang harus terus bekerja. Bahkan di akhir pekan sekalipun.

4. Namanya wartawan, kamu juga harus siap punya banyak musuh.

Karena pekerjaan wartawan adalah memberitakan, maka pastinya bukan hanya berita yang baik-baik saja. Berita buruk juga. Hal ini memicu adanya pro kontra dari berbagai macam pihak yang membaca ataupun mendengarkan berita yang kamu sampaikan. Dari situ, kamu bakal punya banyak musuh yang merasa tidak setuju dengan apa yang kamu tulis atau beritakan.

5. Akrab juga dengan yang namanya stres, apalagi deadline.

Wartawan itu selalu berada dalam naungan deadline tiada henti. Tekanan macam ini pastilah bikin stres dan sebal setengah mati. Kalau ada kejadian yang harus saat itu juga diliput, media tempatmu bekerja pasti berlomba dengan kecepatan untuk jadi media pertama yang menerbitkan. Di saat seperti inilah kamu akan akrab banget sama yang namanya stres.

6. Jadwal acara yang tak tentu? Jangan kaget ya.

Sebagai wartawan, kamu akan dituntut untuk selalu siap siaga. Janjian dengan teman bisa jadi hal yang mustahil kalau ternyata saat itu ada kejadian yang harus kamu liput. Jadwalmu tidak akan menentu dalam sehari. Kamu akan terkejut sendiri dengan selalu berubahnya jadwal yang telah kamu rencanakan di awal.

7. Wartawan juga harus flexibel, mudah berpindah-pindah jika ada kejadian.

Buat kamu yang tidak betah atau tidak bisa bekerja dengan tempat yang berbeda setiap harinya, wartawan sepertinya bukan pekerjaan yang cocok untukmu. Pencari berita menuntutmu untuk fleksibel, aktif dan tanggap. Dimanapun kapanpun harus meliput, kamu harus siap bagaimanapun kondisinya. Dan juga, kamu harus segera menuliskan berita tersebut secepat yang kamu bisa.

8. Penolakan itu hal yang biasa, namun kamu perlu cara untuk mengakalinya.

Semua berita berhubungan dengan narasumber. Saat inilah kamu akan akrab dengan penolakan-penolakan yang tidak bisa kamu paksa. Kamu harus memutar otak dan mencari narasumber lain untuk menghasilkan berita yang terpercaya. Sebagai wartawan, kamu harus kebal dengan penolakan ini.

Kalau setelah mengetahui semua risiko ini kamu masih tetap ingin jadi wartawan, maka jangan berhenti dan terus kejarlah Cita-citamu itu. Jadilah wartawan yang bonafit. Yang bukan hanya modal suara tapi juga pengetahuan. Buatlah negri ini lebih berbobot, dengan menyebarkan berita yang butuh diketahui semua orang, bukan hanya yang ingin didengar saja.

(fwnews/Jeri)

Previous Post

Kodim 0403/OKU Laksanakan Sertijab Danramil dan Pasi

Next Post

Team Tekab 308 Polres Mesuji Berhasil Ungkap 155 Kasus Dari Tahun 2020-2021

Next Post
Team Tekab 308 Polres Mesuji Berhasil Ungkap 155 Kasus Dari Tahun 2020-2021

Team Tekab 308 Polres Mesuji Berhasil Ungkap 155 Kasus Dari Tahun 2020-2021

Wali Kota Lubuk Linggau Salurkan Bantuan Kemanusiaan 3.500 Kg. Beras di Kecamatan Selangit

Wali Kota Lubuk Linggau Salurkan Bantuan Kemanusiaan 3.500 Kg. Beras di Kecamatan Selangit

Discussion about this post

BERITATERPOPULER

  • Pemahaman Islam, Tekstual dan Kontekstual

    Pemahaman Islam, Tekstual dan Kontekstual

    35 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Bentuk Perubahan Sosial Budaya Yang Terjadi di Masa Remaja

    26 shares
    Share 10 Tweet 7
  • Asli Riau; Wike Julia putri Terbaik Asal Kuansing, Tampil di Live Show Rising STAR Indonesia

    10 shares
    Share 4 Tweet 3
  • Ir. Syafruddin Tazar, MM “Pengusaha dan Politikus Senior Yang Rendah Hati”

    10 shares
    Share 4 Tweet 3
  • Terkait Vidio Sur Oknum DPR, Mahasiswa dan Masyarakat Demo di Polres Muratara

    9 shares
    Share 4 Tweet 2
Target Jurnalis

© 2017-2021 Target Jurnalis

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Visi Misi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • DAERAH
    • Aceh
    • Sumatera Utara
      • slot gacor
    • Sumatera Barat
    • Riau
    • Kepulauan Riau
    • Bengkulu
    • Jambi
    • Jawa Barat
      • slot gacor
    • Lampung
    • Sumatera Selatan
      • bisawd
    • Jabodetabek
    • Sulawesi
    • Kalimantan
      • slot gacor malam ini
    • NTT
    • Papua
  • HEADLINE
  • POLITIK
  • ARTIKEL
  • HUKUM & KRIMINAL
  • INTERNASIONAL
  • INVESTIGASI
  • PERISTIWA
  • OPINI
  • NASIONAL

© 2017-2021 Target Jurnalis

Rk77 APK

Watitoto

Slot maxwin

Slot toto

Latoto

Slot thailand

https://febm.umrah.ac.id/unik-kegiatan-mahasiswa-ukm/ https://siladikti.kopertis7.go.id/ https://cvpulsa.id/tutorial https://brida.sultengprov.go.id/ https://ppid.umrah.ac.id/ https://ppid.bpkad.jatengprov.go.id/