Bone, TARGETJURNALIS.Com – Komitmen Kementerian Sosial dalam mendukung pendidikan inklusif melalui program Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) ditunjukkan melalui partisipasi aktif Sentra Pangurangi Takalar dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SRT 61 Kabupaten Bone.

Kegiatan MPLS yang berlangsung tanggal 29 September 2025, secara resmi dibuka oleh Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman dan didampingi oleh jajaran Forkopimda, termasuk Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, Dandim 1407, Kepala Dinas Sosial, Kasatpol PP, dan Camat setempat. Kehadiran pimpinan daerah ini menegaskan dukungan Pemkab Bone terhadap model pendidikan pada Sekolah Rakyat.
Fokus utama acara ini adalah persiapan dan penguatan mental dan semangat bagi 100 siswa/i SRT 61 Bone, yang terdiri dari 50 siswa jenjang dasar, 25 siswa jenjang menengah pertama, dan 25 siswa jenjang menengah atas.

Kepala Sentra Pangurangi Takalar, Cecep Sulaeman, hadir langsung untuk memberikan sambutan sekaligus motivasi mendalam. Dalam pesannya, Cecep menegaskan peran Sentra sebagai representasi Kementerian Sosial sebagai pembina dan pendamping program Sekolah Rakyat.
“Program SRT adalah wujud nyata upaya Kemensos untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal dari akses pendidikan yang layak, utamanya bagi anak-anak yang tergolong dalam kategori miskin dan miskin ekstrem pada Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Bersinergi dengan pemerintah daerah Kabupaten Bone dan SRT 61, Kami akan terus mendampingi untuk memastikan operasional dan pembelajaran yang berkualitas di SRT 61 Bone.” jelas Cecep.
Kehadiran Bupati Bone dan jajaran Forkopimda dalam pembukaan MPLS ini menunjukkan adanya sinergi kuat antara Kementerian Sosial RI dan pemerintah daerah dalam menjalankan program strategis ini. Sekolah Rakyat Terpadu dirancang menjadi model pendidikan yang terintegrasi dan berfokus pada pemenuhan hak anak secara komprehensif sekaligus sebagai miniatur pengentasan kemiskinan di Indonesia.
MPLS ini menjadi langkah awal bagi para siswa baru untuk mengenal lingkungan belajar, kurikulum, serta nilai-nilai karakter yang menjadi ciri khas Sekolah Rakyat Terpadu. Melalui sinergi dan pendampingan operasional yang dilakukan, diharapkan dapat mendorong SRT 61 Bone menjadi percontohan sekolah inklusif yang mandiri dan berdaya.




Discussion about this post